oleh

Sanggar Prakarya Usung Semangat Baru Melalui Yayasan Swara Prakarya

JAKARTA, Pelitajakarta.com – Dengan mengusung semangat baru, Sanggar Prakarya berganti wujud menjadi Yayasan Swara Prakarya. Menandai wajah baru Sanggar Prakarya ini, digelar acara syukuran di markas Yayasan Swara Prakarya Jalan Jend. Basuki Rahmat 15, Jakarta Timur, Sabtu (30/03/2018).

Ketua Yayasan Swara Prakarya, Peter Paat, mengatakan, yayasan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih lebih kepada kesenian Indonesia dan mengembangkan potensi-potensi masyarakat dalam bersosial dan berkesenian dengan cakupan yang lebih luas lagi. “Yayasan Swara Prakarya ditujukan sebagai wadah bagi seniman Indonesia. Visi dan misi Yayasan ini adalah Berbudi, Berbagi dan Berkarya,” jelasnya.

Peter Paat menambahkan, acara syukuran yang digelar inipun merupakan simbol silaturahmi, dimana para alumni dan seniman-seniman yang terlahir dari Yayasan Swara Prakarya, bisa berkumpul untuk bekerjasama berbuat lebih baik kepada sesama, melalui karya-karya seni dan kegiatian sosial.

“Jadi silaturahmi itu penting. Ini merupakan dasar. Kita bikin satu wadah, wadah silaturahmi. Kemudian kita bisa berbagi dan berbuat baik kepada orang-orang sekitar dan bermanfaat bagi mereka,” tegas Peter.

Yayasan Swara Prakarya yang sebelumnya dikenal dengan nama Sanggar Prakarya, sudah melahirkan sederet seniman-seniman andal. Sebut saja di antaranya; Dina Mariana (penyanyi cilik), Torro Margens (aktor film), Erna Santoso (artis film), Lily Noorindah Sari (artis), Suprobo (pelukis), Andi Carol (aktor film) dan masih banyak lagi.

Terkait langkah ke depan, Yayasan Swara Prakarya telah merancang sejumlah program sosial dan kesenian. “Untuk program sosial, pada bulan Juli mendatang, kami akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak yatim,” terang Peter.

Selain itu, Peter menambahkan, untuk kegiatan kesenian, Yayasan Swara Prakarya akan mengadakan Gelar Seni Prakarya, yang dikhususkan bagi teater anak Prakarya pada bulan Agustus mendatang. Selanjutnya, di bulan September akan digelar kegiatan rohani akbar yang dikemas dalam pementasan monolog. “Jika kegiatan pentas Monolog ini sukses, kami akan lanjutkan dengan roadshow di 5 kota besar,” pungkas Peter.

Berita Terkait