Beranda Peristiwa Nasional Mukhammad Misbakhun Mendorong Semangat Mahasiswa Indonesia

Mukhammad Misbakhun Mendorong Semangat Mahasiswa Indonesia

531
Mukhammad Misbakhun Mendorong Semangat Mahasiswa Indonesia
Mukhammad Misbakhun (Anggota Komisi XI DPR RI) Istimewa

JAKARTA, Pelitajakarta.com – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mendorong semangat mahasiswa Indonesia yang belajar di mancanegara agar selalu bersikap optimistis.

“Pemerintah Indonesia saat ini memiliki beberapa program prioritas, salah satunya adalah pengentasan kemiskinan,” kata Mukhammad Misbakhun saat berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan, seperti dikutip melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu malam (26/5/2018).

Mukhammad Musbakhun berada di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan, karena diundang menjadi pembicara pada “General Lecture 2018 K-NICE Expert Invitation Forum for East Asia: Entrepeneurship and Start Up in Indonesia”.

Usai menjadi pembicara pada forum tersebut, Misbakhun menggelar pertemuan informal dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan. Ada sebanyak 21 mahasiswa yang sedang belajar di universitas tersebut.

Misbakhun saat berdialog dengan mahasiswa Indonesia, menjelaskan jika Pemerintah Indonesia mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran, maka anggaran APBN dapat dialokasikan lebih besar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di mancanegara.

“Pendidikan dapat membantu mengatasi kemiskinan. Jika para pemuda brilian Indonesia tidak mendapat fasilitas pendidikan yang baik dari negara, maka akan banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan asing di berbagai bidang, katanya.

Puluhan mahasiswa Indonesia yang belajar pada program master dan doktoral di Keimyung University adalah penerima beasiswa dari World Bank. Mereka berasal dari berbagai instansi seperti BPPT, BATAN, LIPI dan sejumlah instansi lainnya.

Salah seorang mahasiswa yang hadir dalam pertemuan itu, mempertanyakan tidak adanya regulasi tentang alokasi anggaran untuk belanja barang modal, tapi hanya ada regulasi untuk belanja barang habis pakai.

“Mahasiswa membutuhkan barang modal untuk keperluan riset, sehingga mahasiswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Menurut Misbakhun, itu pertanyaan menarik yang akan disampaikan kepada Menteri Keuangan RI.

Pada kesempatan tersebut, Misbakhun juga mengajak para mahasiswa Indonesia untuk selalu bersikap optimistis menghadapi tantangan zaman ke depan.

Menurut dia, Indonesia harus menghadapi revolusi industri 4.0 dengan penuh harap.

“Pemerintah telah membuat ‘road map’ Making Indonesia 4.0 dalam menghadapi revolusi industri 4.1,” katanya.

Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini menjelaskan, revolusi industri 4.1 akan diarahkan untuk penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi.

Dalam konteks inilah, kata dia, peluang kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan menjadi sangat relevan, sebab revolusi industri 4.0 dapat membawa banyak kemudahan, tak terkecuali bagi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) maupun start-up.