oleh

Air Bersih dan Hygiene Kit Untuk Warga di Zona Gempa Sulawesi Selatan

Pelitajakarta.com – Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) bekerjasama dengan The United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), mendistribusikan perlengkapan kebersihan hidup untuk para warga yang terpapar gempa dan tsunami di Sulawesi tengah 28 September 2018. Item utama yang dibagikan ialah ember, peluit, deterjen, senter, sabun, pakaian dalam, pembalut pakai ulang dan kain serba guna.

“Pasca bencana di Sulawesi Tengah, perlengkapan kebersihan merupakan hal penting untuk menunjang kesehatan pengungsi yang hidup di tenda-tenda.”Ujar penanggung jawab progam WASH YKMI di Sulawesi Tengah, Teuku Zulkifli (21 September 2018)

HAir Bersih dan Hygiene Kit Untuk Warga di Zona Gempa Sulawesi Selataningga kini YKMI telah mendistribusikan sebanyak 3399 perlengkapan kebersihan kepada masyarakat yang terdampak.” 5 Kecamatan yang menjadi fokus YKMI adalah Kecamatan Banawa, Tanantovea, Labuan, Sindue dan Sirenja.” Kata Zulkifli.

Rencananya pendistribusian ini akan dilakukan secara berkala. Mulai dari awal November hingga akhir Desember.“Berdasarkan data yang sudah kami dapatkan  ada sebanyak 13 desa di empat kecamatan di Sulawesi tengah yang rencanya akan kita datangi untuk memberikan bantuan ini.”ungkap Zulkifli.

Selain perlengkapan kebersihan, YKMI dan UNICEF juga mendistribusikan air bersih kepada warga secara rutin. “ Dikarenakan sebagian warga masih kesulitan untuk mengakses air bersih. Hampir  setiap hari kami menyediakan air bersih bagi mereka”kata Zulkifli.

Air Bersih dan Hygiene Kit Untuk Warga di Zona Gempa Sulawesi SelatanMenurut Zulkifli, Sejak bulan November hingga kini, air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 227.500 liter.”Kami mendistribusikan di Kecamatan Banawa, Banawa Tengah, Banwa Induk Tanantovea, Palu Utara, dan Taweli.”Pungkas Zulkifli.

Sebelumnya, melalui kerjasama dengan UNICEf sebanyak 88 fasilitas mandi cuci kakus (MCK) telah dibangun oleh YKMI di wilayah Donggala dan Sigi.

Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, disusul tsunami setinggi 2,2-11 meter dengan jangkauan hingga 500 meter, dan likuefaksi di Balaroa, Petobo dan Jono Oge.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan sekitar 68.000 rumah telah rusak akibat gempa dan tsunami, sementara sekitar 80.000 orang telah menjadi pengungsi internal sebagai akibatnya.

Berita Terkait