oleh

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Menjadi Pusat Ekonomi Kreatif

MENTENG, Pelitajakarta.comTaman Ismail Marzuki (TIM) akan dijadikan sebagai pusat ekonomi kreatif di Jakarta yang sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI, demi memoles posisinya selama ini sebagai pusat seni dan budaya.

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat nampaknya akan menggeber terwujudnya proyek ini, dan bertekad untuk sesegera mungkin meresmikan program revitalisasi TIM sebelum masa jabatannya sebagai Gubenur DKI Jakarta berakhir pada 15 Oktober 2017 mendatang. Rencana peresmian revitalisasi tersebut dilakukan menyusul telah dilangsungkannya penandatanganan MoU antara Pemprov DKI dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, Senin (2/10).

Djarot berharap kerjasama Nota Kesepahaman Pemprov DKI dan Bekraf ini dapat membuat TIM jadi bergairah lagi. Dan dalam hal ini, Bekraf dapat bersinergi dalam pengelolaan kawasan Taman Ismail Marzuki yang berada areal seluas 7200 meter persegi di Jalan Cikini Raya, kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat ini.

Sementara itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf meyakini ekonomi kreatif Indonesia bisa berkembang di Taman Ismail Marzuki. Dari apa yang sudah berlangsung selama ini, dimana TIM merupakan pusat seni dan budaa, sudah memperlihatkan bahwa kawasan ini juga bisa menjadi pusat ekonomi kreatif yang lain, mulai dari pertunjukan, film, fashion, kuliner dan ekonomi kreatif lainnya. Triawan berharap pengembangan TIM sebagai kawasan ekonomi kreatif di Ibu Kota akan dicontoh oleh daerah lain.

Perjanjian kerjasama Pemprov DKI dan Bekraf mencakup penyusunan roadmap pengembangan produk kreatif, pengembangan kawasan ekonomi kreatif, penyelenggaraan event-event nasional dan internasional seperti pameran dan pagelaran seni dan budaya, promosi kawasan Taman Ismail Marzuki, Kemitraan dengan komunitas-komunitas penggiat ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas SDM pelaku kreatif, serta penyediaan outlet pameran di kawasan TIM. Selain itu, dilengkapi pula dengan revitalisasi infrastruktur fisik, sarana dan teknologi informasi dan komunikasi, serta fasilitas kekayaan intelektual.

Komentar

Berita Terkait