oleh

BRI Diprediksi Akan Menyumbang 80 Persen Pertumbuhan Ekonomi Global

JAKARTA, Pelitajakarta.com – Direktur Institut Urusan Internasional di Renmin University of China Wang Yiwei mengatakan berdasarkan analisis Bloomberg, “Belt and Road Initiative” (BRI) diprediksi akan menyumbang 80 persen pertumbuhan ekonomi global dan menciptakan tiga miliar lebih kelas menengah baru di dunia pada 2050.

“Dalam dekade mendatang, Belt and Road Initiative akan menciptakan perdagangan senilai 2,5 triliun dolar AS,” ujar Yiwei kepada Antara, setelah memberikan kuliah kepada sejumlah awak media dan perwakilan dua universitas di Indonesia, di Renmin University of China, Beijing, Tiongkok, Minggu (29/10/2017).

Pria yang juga mantan diplomat di Misi China untuk Uni Eropa pada 2008-2011 itu, menuturkan BRI akan memberikan manfaat di antaranya pembangunan ekonomi dan meningkatakan kesejahteraan masyarakat kawasan.

Yiwei yang juga Direktur Pusat Studi Eropa di Renmin University of China menjelaskan setelah krisis keuangan global, maka diperlukan kekuatan motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi sehingga tidak hanya mengandalkan pada gelembung ekonomi dan bantuan modal namun lebih pada ketahanan untuk mendorong peningkatan ekonomi.

Dia menyatakan diperlukan perubahan untuk fokus pada sejumlah hal di antaranya ekonomi, jalan, infrastruktur dan investasi yang menguntungkan semua orang tidak hanya orang kaya namun yang miskin berubah menjadi semakin meningkat kesejahteraannya.

“BRI juga fokus menjembatani kesenjangan antara kaya dan miskin,” kata Yiwei yang memiliki ketertarikan penelitian termasuk tentang studi “Belt and Road”, integrasi Eropa, diplomasi publik, kebijakan luar negeri Tiongkok dan hubungan Tiongkok-Uni Eropa.

Komentar

Berita Terkait