Kembali Aktif Setelah PPKM Dicabut, Pastikan Kondisi Mobil Tetap Prima

Kembali Aktif Setelah PPKM Dicabut, Pastikan Kondisi Mobil Tetap Prima
Ilustrasi (Foto : StockSnap/Pixabay)

Pelitajakarta.com – Pemerintah telah menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak akhir Desember 2022 karena kasus Covid-19 semakin terkendali. Itu membuat banyak perusahaan kembali memberlakukan sistem bekerja di kantor atau Work From Office (WFO).

Setelah sejumlah kantor kembali mewajibkan seluruh karyawan bekerja di kantor, sebuah petisi berbunyi “Kembalikan WFH sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif” menuntut sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali bergaung.

Meski telah mendapatkan ribuan tanda tangan, para pekerja tetap harus menjalani sistem kerja WFO. Dengan begitu, karyawan yang bekerja memakai kendaraan pribadi harus kembali aktif berkendara di setiap harinya.

Jika saat PPKM mobil hanya aktif saat Weekend atau hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional saja, kini bisa dipakai setiap hari. Tentu saja, kondisi itu membuat kesehatan mobil jadi harus lebih diperhatikan.

Rajin Servis Mobil Secara Berkala

Untuk menjaga performa kendaraan, tentu saja hal paling penting dilakukan adalah melakukan servis secara berkala. Rutin melakukan servis, akan membuat komponen mesin terjaga.

Dengan begitu, mesin yang dirawat secara berkala akan lebih hemat dikarenakan kerusakan yang terjadi tidak terlalu berat. Servis ini biasa dilakukan berdasarkan jarak tempuh atau jangka waktu. Misalnya, untuk penggantian oli mobil dilakukan rutin per 5.000 km atau per 6 bulan.

Adapun beberapa servis yang bisa Anda lakukan secara rutin, di antaranya:

Servis berkala 1.000 km pertama

Jika Anda memiliki mobil baru, maka saat menempuh 1.000 km pertama biasanya disarankan harus menjalani servis pertama. Servis ini dilakukan untuk memastikan mobil tidak ada cacat, semua komponen akan dicek dan ditanya apakah ada keluhan atau tidak.

Saat melakukan servis pertama ini, Anda tidak dipungut biaya alias gratis karena masih dalam masa garansi.

Servis berkala 5.000 km

Setelah servis pertama, Anda juga akan disarankan menjalani servis kedua setelah menempuh jarak 5.000 km. Saat melakukan servis kedua ini, akan dilakukan penggantian oli mobil dan filter oli.

Selain itu, biasanya akan diperiksa juga kampas rem berdasarkan kondisinya. Pihak bengkel akan mengecek sistem steering dan fluida yang ada pada mobil.

Seperti halnya servis pertama, servis kedua ini juga masih dalam masa garansi, sehingga Anda tidak dipungut biaya saat melakukannya.

Servis berkala 10.000 km

Saat mobil sudah mencapai 10.000 km, maka servis rutin selanjutnya harus dilakukan. Pemeriksaan kondisi mobil akan lebih banyak, yaitu pembersihan pada sistem pengereman dan roda mobil.

Biasanya pihak bengkel akan memeriksa kondisi kelayakan kampas rem, serta ban akan dilakukan rotasi menyilang serta spooring dan balancing.

Selain itu, oli mesin dan oli transmisi wajib diganti, serta filter oli. Di luar dari pengecekan rutin tersebut, pihak bengkel juga akan melakukan pengecekan tambahan yang bersifat opsional alias tergantung Anda selaku pemilik kendaraan.

Servis berkala 15.000 km

Pengecekan yang dilakukan saat servis 15.000 km hampir sama dengan servis berkala 5.000 km. Hal pertama kali dilakukan adalah mengganti oli mesin, setelah itu pengecekan kolong mobil dan baut-baut.

Tak hanya dua bagian itu saja, pemeriksaan juga dilakukan di bagian suspensi mesin.

Servis berkala 20.000 km

Jika mobil Anda sudah mencapai 20.000 km, maka kembali harus menjalani servis mobil. Saat pemeriksaan ini, maka komponen yang dicek akan lebih banyak dan beberapa komponen perlu dilakukan penggantian.

Pengecekan dilakukan mulai dari sistem pengereman, penggantian filter udara, penggantian busi, dan penggantian filter AC, serta penggantian oli mesin, oli transmisi dan oli gardan.

Di bagian mesin, klep akan dilakukan setting ulang beserta throttle body, kalibrasi idle mesin. Sementara itu, di bagian kaki-kaki dilakukan pengecekan suspensi serta spooring dan balancing.

Dalam pemeriksaan ini, kondisi ban juga akan dicek. Biasanya, Anda disarankan mengganti ban jika sudah mulai tipis.

Tune Up Mobil

Servis mobil yang dilakukan tidak hanya berdasarkan odometer mencapai kilometer tertentu saja, tetapi juga harus menjalani tune up mobil.

Tune up atau mengatur kembali alias mengembalikan performa mobil seperti awal dilakukan dengan menjalani penyetelan ulang dan membersihkan komponen yang ada di mesin agar performa meningkat. Sebenarnya, tune up mobil ini tidak berbeda jauh dengan servis kendaraan.

Hanya saja, lingkup pekerjaan dari tune up lebih banyak dan lama. Tune up mobil ini biasanya dilakukan setiap tahun sekali atau saat mobil sudah dirasa tidak nyaman dikendarai.